SLB Negeri Pembina Yogyakarta

Kepala SLB Negeri Pembina Yogyakarta saat ini adalah Ibu Nur Khasanah, S.Pd., M.Pd.

Beliau menjabat sejak tahun 2022. Program yang digagas dan masih dilaksanakan sampai saat ini adalah SINETA yaitu Sinergi Erat dengan Orang Tua. Program yang mengusung sinergi antara sekolah dan orang tua murid demi tujuan pembelajaran yang optimal.

KEGIATAN

RAGAM

PROGRAM DAN KEGIATAN SEKOLAH

Ekstrakurikuler

Sekolah menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler dengan beragam pilihan bidang. Murid dapat memilih kegiatan ekstrakurikuler sesuai bakat dan minatnya. Kegiatan tersebut antara lain bulu tangkis, hantaran, seni lukis, merangkai bunga, teater, seni tari, karawitan, drum band

Pramuka

Pramuka menjadi ekstrakurikuler wajib yang diikuti seluruh peserta didik. Kegiatan dilaksanakan rutin setiap pekan dengan beragam materi yang menarik. Kegiatan pendukung pramuka yaitu kemah bersama yang diikuti seluruh peserta didik dari TKLB sampai SMALB

Lomba

Sekolah memfasilitasi peserta didik dalam mengikuti beragam lomba baik bidang seni, olahraga, maupun keterampilan. Proses persiapan lomba dilakukan dengan pengembangan minat dan bakat peserta didik

Outing Class

Sekolah menyelenggarakan outing class bagi seluruh warga sekolah. Kegiatan rutin dilaksanakan sebagai bagian dari pembelajaran. Kegiatan outing class bervariasi dari outbond, kunjungan museum, dll.

Pentas Seni

Sekolah mewadahi kreativitas peserta didik dengan beragam kegiatan pentas seni yang diselenggarakan sesuai agenda tertentu seperti peringatan hari besar, ulang tahun sekolah, dan sebagainya.

Peningkatan Kompetensi

Peningkatan kompetensi khususnya bagi guru dan tenaga kependidikan. Kompetensi yang ditingkatkan meliputi berbagai bidang seperti pedagogi, vokasional, teknologi, profesionalitas, karir, dan sebagainya.

Pembiasaan Pola Hidup Bersih dan Sehat

Pola hidup sehat dibiasakan dengan menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan. Kegiatan olahraga dan kebersihan bersama dilaksanakan secara rutin.

Peringatan Hari Besar Nasional dan Keagamaan

Peringatan hari besar nasional untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme. Peringatan keagamaan dilaksanakan melalui kegiatan sesuai agama masing-masing.

Kesiapsiagaan Bencana

Sekolah ditunjuk sebagai satuan pendidikan aman bencana yang melakukan serangkaian program peningkatan kapasitas dan pengurangan resiko bencana melalui simulasi bencana rutin dan lain-lain.

Pembinaan Iman dan Taqwa

Pembinaan iman dan taqwa dilakukan melalui pembiasaan beribadah, toleransi, serta melaksanakan kegiatan keagamaan lainnya. Hal ini diupayakan baik dalam pembelajaran maupun aktivitas sehari-hari.

PENDIDIKAN BERBASIS BUDAYA

Pendidikan berbasis budaya merupakan pendekatan pendidikan yang memadukan nilai-nilai budaya, kearifan lokal, dan tradisi masyarakat ke dalam proses pembelajaran serta kehidupan di lingkungan sekolah. Pendekatan ini tidak hanya bertujuan mengenalkan kebudayaan kepada murid, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur, seperti sopan santun, gotong royong, tanggung jawab, toleransi, disiplin, dan penghargaan terhadap keberagaman.

Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pendidikan berbasis budaya memiliki landasan khusus, yaitu Peraturan Daerah DIY Nomor 5 Tahun 2011 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan Berbasis Budaya. Peraturan ini menjadi dasar pengintegrasian nilai-nilai luhur budaya dalam pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan. Ketentuan tersebut diperkuat melalui Peraturan Gubernur DIY Nomor 68 Tahun 2012 tentang Pedoman Penerapan Nilai-Nilai Luhur Budaya dalam Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan serta Peraturan Gubernur DIY Nomor 66 Tahun 2013 tentang Kurikulum Pendidikan Berbasis Budaya.

Penerapan di Lingkungan Sekolah

Pendidikan berbasis budaya di SLB Negeri Pembina diterapkan melalui pembelajaran, pembiasaan, kegiatan ekstrakurikuler, serta keteladanan guru dan tenaga kependidikan. Dalam pembelajaran, guru dapat mengaitkan materi dengan cerita rakyat, permainan tradisional, kesenian daerah, bahasa Jawa, makanan khas, dan lingkungan sekitar peserta didik. Nilai budaya juga dapat ditanamkan melalui kegiatan membatik, menari, memainkan gamelan, mengenal aksara Jawa, serta memperingati hari-hari penting kebudayaan.

Penerapan pendidikan berbasis budaya tidak terbatas pada kegiatan seni atau penggunaan pakaian adat. Nilai-nilai budaya juga diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, seperti membiasakan salam dan unggah-ungguh, menghormati orang lain, bekerja sama, menjaga kebersihan, menyelesaikan konflik secara damai, serta menghargai perbedaan. Sekolah juga dapat melibatkan orang tua, tokoh masyarakat, dan pelaku seni sebagai mitra pembelajaran.